Dia menjelaskan, pasca badai seroja, anak-anak sangat terpukul, karena tempat tinggal mereka rusak dihantam badai, sehingga mereka masih merasa trauma terhadap kejadian tersebut.

“Terapi seperti ini sangat bermanfaat, agar mereka rasa ada orang yang memberikan perhatian dan support, sehingga mereka menjadi lebih semangat untuk bangkit,” tutup Kornelis Patty.

Para guru Buoyant Montessori School Kupang / Foto: Ama Beding

Pantauan Koranntt.com, setelah kegiatan, anak-anak terdampak bencana mendapat bingkisan berupa masker, sikat gigi, pasta gigi, sabun, dan makanan ringan berupa bubur kacang hijau, roti dan telur ayam.*