Menurutnya, warga yang tinggal di wilayah itu memiliki permukiman yang padat. Kondisi ini juga dapat mempengaruhi psikologi anak-anak, apalagi mereka baru saja terdampak badai siklon tropis seroja.
“Sehingga kami membawakan beberapa permainan dan hiburan, agar anak-anak di tempat ini bisa terhibur, dan menghilangkan trauma, baik dari badai seroja, maupun hal lain yang mereka alami,” terangnya.
Aprianoet menyampaikan, aksi sosial tersebut akan dilakukan secara reguler, di tempat-tempat lain, untuk menghibur anak-anak.
“Jadi bukan saja di tempat ini, tetapi mungkin kita akan lakukan di tempat lain, dan akan terus lakukan yang terbaik. Karena mereka sangat senang dan terhibur,” tandasnya.
Sementara Romo Dion Klau mewakili Pastor Paroki St. Simon Petrus Tarus, menyampaikan apresiasi terhadap aksi sosial dari BMS Kupang dan Yayasan HoH Indonesia, karena telah menyempatkan diri untuk mendampingi anak-anak di Noelbaki.
“Kami mengapresiasi kegiatan sore hari ini. Sangat luar biasa. Karena untuk mendampingi anak, butuh kesabaran. Tetapi tim ini bisa mengaturnya dengan baik,” jelas Romo Dion.



Tinggalkan Balasan