Sebanyak lebih dari 500 anak hadir di Gereja Santu Antonius De Padua Terminal Noelbaki, dan mengikuti kegiatan bertajuk “Love in Action” tersebut.

Anak-anak dibagi ke dalam beberapa kelompok dan mereka terlihat sangat antusias melibatkan diri, serta berinteraksi dengan para guru.

Mereka bernyanyi, bermain, dan belajar bersama-sama, baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.

“Kegiatan ini bernama Pshychosocial Support, di mana kami memberikan pendampingan, bermain game dan memberikan edukasi kepada anak-anak,” kata Kepala Sekolah Buoyant Montessori School Kupang, Aprinoet Selfani kepada wartawan.

Dia menjelaskan, aksi tersebut tidak terlepas dari kerja sama dengan organisasi sosial Yayasan Hands of Hope (HoH) Indonesia.

Pihaknya mendapat dukungan dari Yayasan Hands of Hope Indonesia, sehingga mereka dapat terjun ke lokasi secara langsung, untuk bertemu dengan anak-anak.

“Hari ini sasaran utama kita yaitu di tempat pengungsian Noelbaki, dan ternyata kita temui banyak sekali anak-anak yang kurang paham tentang edukasi. Sehingga tadi kita kasi beberapa pelajaran,” jelas Aprinoet Selfani.