Tokoh masyarakat Belabaja, Titus Wolo Deona menambahkan, ruas jalan dari Lamalera menuju Boto baru dilewati Gubernur Viktor Laiskodat dan rombongan saat berkunjung ke Lembata beberapa bulan lalu.
Sekembalinya dari Lamalera malam hari, Gubernur Laiskodat dan rombongan melewati Desa Posiwatu, Imulolong, Puor, Belabaja, Labalimut dan Atawai menuju wilayah pantai di Desa Idalololong dan Penikenek lalu ke Lewoleba.
“Saat kampanye Pak Wakil Gubernur Josef Nae Soi, menyatakan bersama Pak Viktor Laiskodat berkomitmen membangun ruas jalan Lewoleba menuju Lamalera dengan dana APBD I,” kata Titus Wolo.
Komitmen itu disampaikan Viktor Laiskodat dan Josef Nae Soi setelah dia menyampaikan langsung kondisi jalan, saat sesi tanya-jawab bersama warga di depan rumah adat suku Mudaj.
“Saya percaya beliau dan Gubernur adalah tipikal pemimpin yang tak akan pernah lupa dengan janjinya kepada warga masyarakat dan kami sesepuh desa,” sambungnya.
Sementara Warga Belabaja, Ansel Deri mengakui 21 tahun Lembata menjadi daerah otonomi, kondisi jalan Lewoleba menuju Desa Lamalera sangat memprihatinkan, selama kepemimpinan Bupati Eliazer Yentji Sunur dan Wakil Thomas Ola Langoday.
Menurutnya, tahun lalu Gubernur Viktor Laiskodat sudah membantu Lembata melalui APBD NTT untuk membenahi ruas jalan Lewoleba menuju Lamalera.
Bantuan anggaran pembangunan jalan bersumber APBD NTT yang diarahkan dari Desa Pasir Putih menuju Lewopenutung.
“Bisa saja itu diarahkan Bupati karena ada aset milik daerah berupa lahan di Pantai Pata Pu’u yang dibeli daerah antara Lolong dan Tewaowutung,” kata Ansel Deri
Memperingati HUT ke-21 Otonomi Lembata tahun 2021, ruas jalan Pasir Putih menuju wilayah selatan Lembata seperti Idalololong, Lusiduawtun hingga Lamalera, memang sangat buruk sehingga Pak Gubernur prioritaskan anggaran itu ke sana. Pihaknya berharap ruas Lewoleba menuju Lamalera juga mendapat perhatian provinsi.
“Seluruh Lembata tahu. Wilayah selatan itu pusat hasil niaga dan pertanian Lembata. Bencana erupsi gunung Ile Lewotolok akhir November 2020 dan musibah banjir lahar dingin awal April 2021 sangat menyulitkan lalu lintas angkutan pedesaan mengirim bantuan untuk para korban bencana. Kalau terjadi kecelakaan angkutan pedesaan, tentu selalu jadi keprihatinan sekaligus kenikmatan bagi warga. Sialnya, Pemerintah Kabupaten Lembata seolah tutup mata,” tegas Ansel Deri







Tinggalkan Balasan