“Nenek Udis mengalami luka serius. Kalau bergerak darah keluar terus. Mungkin saat mobil terbaik, terjadi benturan keras, sehingga kami putuskan dirujuk ke Lewoleba. 17 orang luka lecet, tiga lainnya mengalami luka sobek sehingga kita tangani saja,” jelasnya.

Mantan Kepala Desa Belabaja, Ferdinandus Perawin Mudaj, mengakui kalau ruas jalan dari Desa Belabaja dan Labalimut menuju Desa Puor, Imulolong, Pesiwatu dan Lamalera kondisinya sangat memprihatinkan, karena sama sekali tidak diperhatikan pemerintah setempat.

Padahal, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Josef A. Nae sudah menjanjikan akan bersama Gubernur Vikor Bungtilu Laiskodat untuk memperhatikan ruas jalan Lewoleba menuju desa nelayan Lamalera.

“Di hadapan saya selaku Kepala Desa dan warga masyarakat Boto di depan rumah adat suku Mudaj di dusun Kluang, Desa Belabaja, Pak Josef menyampaikan bahwa dia bersama Pak Viktor sudah berkomitmen membangun jalan dari Lewoleba menuju Lamalera yang merupakan destinasi wisata internasional,” kata Fredy Mudaj.