“Kita salurkan lewat pemerintah setempat, melalui posko-posko pengungsi atau pun lewat individu yang bertanggung jawab dalam menangani para korban badai seroja,” ucapnya.
Dia menambahkan, aksi sosial penggalangan dana tersebut dilaksanakan di lampu merah perempatan Polda NTT, Jl. Jend. Soeharto dan sekitarnya.
“Kami orang muda tidak memiliki uang untuk membantu langsung para korban. Tetapi aksi kami ini adalah media penyalur bantuan. Kami hanya menyediakan tenaga untuk aksi kemanusiaan ini,” tandasnya.
Untuk diketahui, pada hari pertama aksi kemanusiaan tersebut, OMK St. Gregorius Agung Oeleta, Kupang berhasil mengumpulkan dana sebanyak Rp1,5 Juta.*
Halaman





Tinggalkan Balasan