“Saya sangat terharu, melihat ibu-ibu yang pikul beras ke lokasi bencana, untuk diberikan kepada saudara dan saudarinya yang terkena bencana,” kata Wagub.

Ketika tiba di lokasi bencana, para ibu yang menjunjung beras untuk disumbangkan tersebut menyampaikan, bahwa mereka hanya menyumbang beras seadanya.

“Mereka bilang kami hanya punya beras. Lauk tidak ada. Sehingga saya bersama Kepala BNPB, Doni Moenardo langsung ke pasar untuk borong ikan, sayur dan daging untuk diberikan kepada masyarakat,” imbuhnya.

Untuk diketahui, jumlah korban tewas akibat bencana badai siklon tropis seroja di Nusa Tenggara Timur per Senin 12 April 2021 adalah sebanyak 177 orang, sementara 45 orang belum ditemukan.

Jumlah data tersebut merupakan akumulasi dari seluruh Kabupaten dan Kota yang terdampak banjir, longsor dan Badai Seroja pada Minggu 4 April lalu.

Warga yang meninggal berasal beberapa Kabupaten, yakni Kabupaten Flores Timur, Lembata, Alor, Kabupaten Kupang, Malaka, Sabu Raijua, Ende dan Sikka.*