Untuk rumah yang rusak ringan akan mendapatkan bantuan Rp10 Juta, rusak sedang mendapatkan bantuan Rp25 Juta dan rusak berat akan mendapat bantuan Rp50 Juta.

Sementara warga yang menampung pengungsi akan dibayar Rp500.000 per bulan. Semua biaya termasuk relokasi akan ditanggung oleh pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Terkesima Aksi Solidaritas Warga Adonara

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Josef A. Nae Soi juga mengapresiasi aksi solidaritas masyarakat Adonara yang dengan suka rela membantu sesamanya dalam kesulitan, pasca diterpa bencana siklon tropis seroja.

Nae Soi menyampaikan, dirinya menyaksikan sendiri, masyarakat Adonara khususnya Desa Nelelamadike, gotong royong dan saling membantu warganya yang kesulitan bahan makanan.

“Sebelum pemerintah masuk, mereka gotong royong sendiri, untuk memberikan makanan kepada saudara dan saudarinya yang terdampak bencana. Itu sangat luar biasa,” ungkap Wagub Nae Soi kepada wartawan, Senin 12 April 2021.

Dia mengatakan, ketika tiba dengan Helikopter di Desa Nobu dan hendak ke lokasi bencana, dirinya terharu, melihat aksi gotong royong masyarakat yang rela jalan kaki, membawa pasokan makanan bagi korban bencana.

“Saya sangat terharu, melihat ibu-ibu yang pikul beras ke lokasi bencana, untuk diberikan kepada saudara dan saudarinya yang terkena bencana,” kata Wagub.

Ketika tiba di lokasi bencana, para ibu yang menjunjung beras untuk disumbangkan tersebut menyampaikan, bahwa mereka hanya menyumbang beras seadanya.

“Mereka bilang kami hanya punya beras. Lauk tidak ada. Sehingga saya bersama Kepala BNPB, Doni Moenardo langsung ke pasar untuk borong ikan, sayur dan daging untuk diberikan kepada masyarakat,” imbuhnya.

Untuk diketahui, jumlah korban tewas akibat bencana badai siklon tropis seroja di Nusa Tenggara Timur per Senin 12 April 2021 adalah sebanyak 177 orang, sementara 45 orang belum ditemukan.

Jumlah data tersebut merupakan akumulasi dari seluruh Kabupaten dan Kota yang terdampak banjir, longsor dan Badai Seroja pada Minggu 4 April lalu.