“Untuk itu, kami melakukan Uji Kompetisi Keahlian dan Sertifikasi Kompetensi siswa ini benar-benar kerja keras,” jelas dia.

Sebelum mengikuti Uji Kompetesi Keahlian dan Sertifikasi, ada materi tambahan yang harus diikuti siswa. Siswa juga sudah diberi materi tambahan melalui pelajaran online.

Materi UKK dan Sertifikasi ini mencakup keterampilan dan sikap. Keterampilan yang dimaksud di sini adalah keterampilan menggambar atau juru gambar.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMKN I Wae Rii, Stef Enga mengatakan, sebagin besar siswa lulusan SMK dan yang memilki sertifikat kompetensi terserap di dunia kerja.

Uji Kompetisi Keahlian di sekolah telah memasuki tahun kedua. Bahkan semua siswa lulusan SMK terserap di dunia kerja karena memiliki sertifikat keahlian.

Dia menambahkan, ke depan, semua industri atau yang berhubungan dengan pembangunan pasti membutuhkan juru gambar.

“Semoga kegiatan ini dapat menjadi kontribusi positif, dalam menjawab tantangan pembangunan infrastruktur yang semakin dituntut untuk berdaya saing dan berkelanjutan,” pungkas dia.

Sebelumnya UKK dilaksanakan pada tahun 2019, sedangkan untuk tahun 2020 tidak dilaksanakan karena terhambat akibat bencana pandemi Coronavirus disease atau Covid 19.

Untuk tahun 2019, jumlah siswa yang mengikuti UKK dan Sertifikasi ini sebanyak 53 orang sedangkan tahun 2021 ini berjumlah 47 orang siswa.

Salah satu peserta Uji Sertifikasi Juru Gambar Katarina Farjono mengatakan, dirinya merasa senang terhadap pelaksanaan Uji Kompetensi tersebut.

Siswa yang memiliki cita-cita menjadi seorang arsitek itu mengungkapkan, Uji Sertifikasi ini memotivasinya untuk terus belajar arsitektur.

“Saya tetap melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, mau ambil bidang arsitektur. Saya senang ikut uji sertifikasi ini untuk mengukur kemampuan saya,” ujarnya kepada wartawan usai kegiatan tersebut.

Siswa lainnya, Velizia Zita Isa mengungkapkan, pelaksanaan Uji Kompetensi sekaligus bisa memperoleh sertifikat tersebut merupakan bekalnya untuk memasuki dunia kerja nantinya.