“Anggota DPRD tidak diuji secara akademis. Kami dipilih karena aturan minimal berijazah SMA atau sederajat. Tetapi kami harus bisa bertarung dengan Bupati dan Kadis yang secara akademis berijazah S2 untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat,” ujar Philipus Fransiskus.
Dia mengaku sangat berbangga bisa diundang dan berdiskusi di ruang akademis Ikatan Mahasiswa Muhammadyah Cabang Kabupaten Sikka.
“Sebagai Anggota DPRD kabupaten Sikka, kemampuan saya harus diuji di ruang ini,” tegas Fransiskus.
Ketua DPC PAN Kabupaten Sikka ini berharap, agar mahasiswa dapat hadir di ruang rapat Kuala Babong, untuk menyaksikan berbagai agenda rapat yang dilaksanakan anggota DPRD.
“Sehingga mahasiswa dapat menilai mana anggota DPRD yang berkompeten dan mana yang tidak berkompeten,” tandasnya.
Sementara Wakil Rektor I IKIP Muhammadyah Maumere, Erwin Prasetyo mengucapkan terima kasih kepada anggota DPRD Kabupaten Sikka yang telah memenuhi undangan untuk hadir dan memberikan materi pada Milad IMM ke-75.
“Atas nama pimpinan perguruan tinggi IKIP Muhammadiyah Maumere, kami menyampaikan apresiasi kepada Pak Philip Fransiskus yang meluangkan waktu untuk memberikan materi pada milad IMM yang ke-75. Terimakasih atas materi yang disampaikan. Ini adalah pencerahan bagi lembaga pendidikan,” jelasnya.





Tinggalkan Balasan