Strategi yang diambil adalah menggerakkan anggota lama untuk merekrut anggota baru, mengembangkan titik-titik pelayanan ke beberapa Paroki, dan membuka tempat pelayanan di wilayah kota Ruteng.

“Kami menerapkan bunga sebesar 1,8% menurun, mau diturunkan lagi tetapi sekarang masih berat karena cukup menurun satu digit, nanti itu akan menghilangkan ratusan juta. Maka untuk sementara kami bertahan di 1,8% menurun,” jelasnya.

Tidak hanya mengurus uang simpanan dan melayani pinjaman anggotanya, Romo Leobardus juga menyentil soal solidaritas anggota dalam menangani persoalan, jika ada anggota meninggal dunia.

“KSP Kopkardios juga menyiapkan anggaran khusus bagi anggota yang meninggal dunia. Anggaran khusus itu adalah dana solidaritas duka anggota (DSDA). Kalau ada anggota yang meninggal, semua anggota yang lain terlibat memberi itu sumbangan untuk meringankan mereka yang berduka. Dalam hal ini yang penting laporan cepat,” imbuhnya.

Sementara Wakil Ketua KSP Kopkardios, Kanisius Teobaldus Deki, S.Fil.M.Th, mengatakan, kredit macet turun dan saat ini di angka 6,9.