“Tapi karena mendengar informasi yang mengejutkan itu, Bapak langsung berhenti kerja. Dia masuk ke kamar dan menangis. Sebagai anak, saya tidak terima perlakuan pihak Dinas seperti ini. Sungguh tidak memperhitungkan kerja dan pengabdian selama 31 Tahun dari Bapak saya,” ungkap Chesar Keytimu.

Pihaknya ingin agar, setidaknya ada penghargaan terhadap jasa ayahnya yang telah mengabdi di Dinas Pertanian Provinsi NTT selama 31 tahun.

“Bapak tetap meminta salah satu anaknya untuk bantu lanjut belah kelapa, keringkan dan jadi kopra untuk disetor triwulan pertama,” jelas Keytimu.

“Kalau memang untuk mengenang jeri payah orang tua di Kebun Dinas Wairklau dan kalau negara berkenan, berilah kesempatan kepada anak kami untuk mengabdi,” tutupnya.*