“Independensi perlu dijaga dengan baik, sehingga organisasi ini tidak boleh berpihak pada kepentingan mana pun. Apalagi kepentingan sesat. Pawai perjuangan dan pembinaan tidak boleh redup sebagai wujud eksistensi perhimpunan tercinta ini,” tegasnya.
 
Erik menuturkan, dalam menyelesaikan segala persoalan, kader PMKRI wajib mengendepankan etika dan tata cara yang santun, sehingga kematangan emosional kader benar-benar teruji, sebagai bekal untuk terlibat dalam ruang praktis.

Sementara itu, Yustinus Sani yang juga anggota penyatu mengatakan, ancaman internal saat ini bersumber dari kader PMKRI.

Sehingga, sebagai kader perhimpunan harus benar-benar tangguh menghadapi persoalan apapun, termasuk persoalan internal yang sedang terjadi.

“Untuk menyikapi persoalan internal maupun eksternal, kader PMKRI mestinya lebih banyak menigisi waktu dengan hal-hal konstruktif untuk menambah kapasitas intelektul. Karena ketika kader matang secara intelektual, maka semua persoalan akan lebih mudah untuk diatasi,” tandasnya. *