Kupang, KN – Tim Pencari Fakta Independen (TPFI) menyampaikan sejumlah fakta baru terkait pembunuhan Astrid dan anak Lael Maccabee, yang ditemukan tewas di lokasi SPAM Kali Dendeng akhir September lalu.

Setidaknya ada 4 poin penting yang disampaikan oleh TPFI dalam acara Panggung Rakyat untuk Astrid dan Lael, Minggu 16 Januari 2022 malam di Taman Nostalgia. Menariknya, keempat poin itu saling berkaitan dan saling menguatkan satu dengan yang lain.

Melalui tayangan video, anggota TPFI, Buang Sine, mengatakan, pihaknya telah menemukan sejumlah fakta baru, dimana salah saunya dari sesorang berinisial SM, yang menyebutkan bahwa, pelaku pembunuhan Astrid dan Lael lebih dari dua orang.

“Saya sampaikan ini merupakan hasil temuan kami, untuk dapat mengungkap kasus ini. Karena kami menemukan fakta dari SM, bahwa pelaku pembunuhan ini lebih dari dua orang. Berarti masih ada pelaku lain dibalik kasus pembunuhan ini,” ujar Buang Sine dalam tayangan videonya.

Menurut Buang, seluruh bukti dan fakta yang dikatakan secara terang benderang oleh SM, sudah dilampirkan dalam laporan Tim Pencari Fakta Independen (TPFI), dan diserahkan secara langsung kepada Kapolda NTT pada 3 Januari 2022 lalu.

“Rekaman suara yang dikatakan terang benderang oleh SM telah dilampirkan dalam laporan kami kepada bapak Kapolda NTT. Karena ada pelaku lain yang harus bertanggungjawab atas kematian Astrid dan Lael Maccabee,” jelasnya.

Fakta lain yang ditemukan TPFI adalah percakapan antara dua orang berinisial F dan Q, dimana mereka menyebutkan kronologi sebenarnya dari kasus pembunuhan Astrid dan Lael.

“Dalam percakapan, F dan Q menyebutkan, Randy tidak terlibat dalam pembunuhan itu. Dia hanya berperan untuk menguburkan kedua jenazah. Dan jika Randy bukan pembunuhnya, maka sangat klop dengan pernyataan SM bahwa pelakunya lebih dari dua orang,” terang Buang Sine.

Sementara fakta lain yang dihimpun TPFI dari pihak keluarga Randy, menerangkan bahwa, ketika Randy hendak menyerahkan diri ke Polda NTT, ia sempat menyampaikan kepada keluarganya bahwa, dia bukan pelaku pembunuhan Astrid dan Lael.