Ruteng, KN – Herdin Badrudin, warga Reok mengklaim tanah yang berlokasi di Nanga Banda, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, adalah miliknya bukan Pemkab Manggarai.

Nanga Banda digadang-gadang sebagai salah satu lokasi strategis untuk pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama, karena memiliki tempat yang rata.

Sebelumnya lokasi tersebut dikenal warga sebagai daerah penghasil garam. Pada tahun 2018 lalu, lokasi ini semakin populer, usai dijadikan sebagai tempat pacuan kuda oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai.

Informasi yang dihimpun Koranntt.com, saat ini lahan Nanga Banda sebagaian besarnya dikuasai Pemerintah Kabupaten Manggarai. Selain itu, lahan itu juga diklaim menjadi milik sejumlah masyarakat.

Bukan hanya mengklaim, Herdin bahkan memasang pilar di atas tanah Nanga Banda, dan mengkalim bahwa lokasi yang dijadian pacuan kuda oleh Pemkab Manggarai adalah milik kakeknya Andi Supandri Daeng Malara.

Herdin juga membangun sejumlah pilar beton di atas tambak garam milik H. Arifin Manasa, Hamid Usman, Kader Usman, dan Mansur Anwar, yang sudah mengantongi sertifikat tanah.

Kepada awak media, Herdin mempertanyakan sikap Pemerintah Kabupaten Manggarai yang tidak menegur H. Arifin Manasa, ketika yang bersangkutan memasang pilar dan kawat duri di lokasi itu.

“Berangkat dari situ, saya melakukan pemagaran di seluruh tempat saya di Nanga Banda,” tutur Herdin kepada wartawan belum lama ini.

Dia bahkan dengan lantang mengatakan tidak mengakui adanya sejarah penyerahan lokasi tanah Nanga Banda kepada Raja Ngambut, yang merupakan pemimpin pada tahun 1940 silam.

Di tempat yang berbeda, H. Arifin Manasa, salah satu pemilik lahan di Naga Banda, mengakui kalau dirinya memiliki lahan seluas hampir 3 hektare, dan letaknya di pinggir bagian timur, atau bersebelahan dengan lokasi pacuan kuda, dan memanjang hingga ke bagian barat tambak garam.

Arifin menjelaskan, dirinya memasang pilar beton dan kawat duri pada bulan Juli lalu, adalah untuk menggantikan pagar kayu yang selalu dirusaki ternak sapi, karena dilepas berkeliaran bebas di sekitar lokasi.