Kupang, KN — Rapat Anggota Tahunan (RAT) KSP Koperasi Kredit (Kopdit) Swasti Sari, pada Minggu (26/4/2026) di Hotel Harper, berlangsung ricuh dan berujung pada tertundanya pelantikan pengawas dan pengurus baru.

Situasi ini memunculkan polemik baru, termasuk dugaan adanya upaya menjegal Yohanes Sason Helan dari posisi Ketua Pengurus yang baru. Upaya penjegalan ini disebut-sebut menjadi bagian dari skenario internal pengurus KSP Kopdit Swasti Sari.

Kepada awak media, Yohanes Sason Helan menegaskan, dirinya tidak pernah melakukan pelanggaran apapun dalam proses seleksi hingga ditetapkan menjadi calon Ketua Pengurus KSP Kopdit Swasti Sari, sebagaimana sejumlah isu yang beredar di luar.

Menurutnya, kondisi yang terjadi saat ini merupakan bagian dari skenario pihak tertentu, untuk membuat dirinya tidak dapat menduduki posisi nomor satu dalam struktur pengurus KSP Kopdit Swasti Sari.

Ia mengungkapkan, adanya dugaan permainan dari pihak internal yang telah berlangsung sejak dirinya tidak lagi aktif di KSP Kopdit Swasti Sari.

“Sejumlah langkah yang dilakukan, mulai dari pembentukan panitia pemilihan melalui surat keputusan, hingga amandemen AD/ART untuk mengubah syarat-syarat pencalonan, ini diduga merupakan upaya menggugurkan saya,” kata Yohanes, Senin (27/4/2026).

Sason Helan juga menyoroti proses seleksi, hingga penetapan calon pengurus dan pengawas, yang dinilai sarat kepentingan. Menurutnya, skenario tersebut sudah dibangun sejak awal, dan terlihat jelas dalam proses yang terjadi pada RAT Kopdit Swasti Sari.

“Untuk pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan (UKK), seharusnya untuk mendapatkan calon berkualitas, proses tersebut dilakukan dalam waktu yang cukup, sekitar tiga hingga empat bulan, agar para calon dapat memahami tugas dan melakukan sosialisasi kepada anggota,” tegasnya.

Namun proses yang harus dilalui dengan baik ini, dilakukan secara tergesa-gesa, karena diduga ada skenario yang sedang dimainkan oleh pihak internal KSP Kopdit Swasti Sari.

“Saya juga dituding memimpin kudeta dalam proses RAT Swasti Sari. Isu ini telah sampai ke Kementerian Koperasi. Tuduhan tersebut sengaja diarahkan untuk menjatuhkan reputasi saya. Ini bahasa-bahasa yang dibangun untuk menggugurkan saya,” ujarnya.