Kupang, KN – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki dampak multidimensi yang nyata.

Ia menyebut, dampak yang nampak mulai dari penurunan kemiskinan, peningkatan pertumbuhan ekonomi, hingga perubahan perilaku sosial masyarakat. Karena itu, ia meminta seluruh pelaksana menjaga integritas, kualitas, dan komitmen pelayanan.

Penegasan itu disampaikan saat memberikan pengarahan dan evaluasi kepada Kepala SPPG mitra dan yayasan di Hotel Aston Kupang, Kamis (9/4/2026).

“Program ini bukan sekadar bagi makanan. Ini intervensi besar negara yang dampaknya ke mana-mana ke ekonomi, pendidikan, sampai kualitas SDM. Karena itu jangan diperlakukan seperti proyek biasa,” tegas Melki.

Ia mengungkapkan, sejak awal dirinya mengikuti perancangan program tersebut saat masih menjadi anggota DPR RI. Bahkan, menurutnya, MBG menjadi salah satu program dengan alokasi anggaran terbesar di awal pembentukannya.

“Ini program besar Presiden Prabowo yang harus kita jaga bersama. Kita punya tanggung jawab moral untuk memastikan program ini berhasil,” ujarnya.

Melki memaparkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), MBG berkontribusi signifikan terhadap penurunan angka kemiskinan di NTT.

“Angka kemiskinan kita turun dari 19,1 persen menjadi sekitar 17,5 persen. Turun 1,6 persen. Ini luar biasa, apalagi di tengah kondisi anggaran yang terbatas,” katanya.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi NTT juga meningkat dari 3,73 persen menjadi 5,14 persen atau naik lebih dari 1,3 persen.

“Ini bukan klaim saya. Ini data BPS. Artinya rantai ekonomi dari program ini berjalan pertanian, peternakan, perikanan, semua ikut bergerak,” jelasnya.

Ia menambahkan, MBG mampu menciptakan lapangan kerja besar, baik di dapur produksi maupun sektor pendukung lainnya. Program ini juga dinilai memperkuat ekonomi lokal jika rantai pasok dikelola dari dalam daerah.

“Kalau semua supplier dari NTT, maka perputaran ekonomi akan terjadi di desa, kabupaten, dan kota di NTT sendiri,” tegasnya.