Bajawa, KN – Dosen memiliki tanggungjawab besar dalam membawa ilmu dan teknologi yang ada di lingkungan kampus ke tengah-tengah permasalahan masyarakat dalam konteks pengabdian masyarakat sebagai bagian dari tri dharma perguruan tinggi.
Sebagai pengajar dan peneliti di bidang perikanan dan kelautan, Dr Saat Mubarrok dari Institut Teknologi Bandung (ITB) tergerak ketika mendapat laporan dari Dinas Perikanan Kabupaten Ngada dan Kepala Desa Lengkosambi Timur bahwa pelaku usaha tambak bandeng disana masih bersifat tradisional dalam mengelola pembenihan dan pembesaran ikan.
Mengetahui permasalahan yang dihadapi sangat kompleks, Dr Saat menggandeng civitas akademik dari bidang perikanan dan kelautan lainnya yaitu Esa Fajar Hidayat, MSi (Universitas Brawijaya) dan Mega Yuniartik, MP (Untag Banyuwangi) untuk mendapat sudut pandang dan solusi yang komprehensif. Tim secara intensif berkomunikasi dengan Kristinan Nanu, SPi selaku perwakilan Dinas Perikanan Kabupaten Ngada divisi perikanan budidaya dalam membangun hipotesis dari permasalahan aktual yang dihadapi oleh petambak.
Hasil dari analisis empiris kemudian merujuk pada sebuah alternatif dengan perlakuan budidaya Standard Nasional Indonesia (SNI) 6148.1 & 6148.3 Tahun 2013 untuk meningkatkan kualitas pembenihan bandeng. Model yang sudah dibuat kemudian disampaikan kepada pemangku kebijakan antara lain: Bupati Ngada, Wakil Bupati Ngada, Plt Kadis Perikanan Kabupaten Ngada, dan Kepala Desa Lengkosambi Timur. Setelah mendapat restu, tim berangkat menuju Desa Lengkosambi Timur didampingi oleh Dinas Perikanan Kabupaten Ngada untuk memberikan diseminasi dan praktek workshop pembenihan sesuai SNI di tanggal 27 Oktober 2025.
Kedatangan tim dari perguruan tinggi mendapat antusiasme yang sangat tinggi, dibuktikan dengan kehadiran masyarakat dari berbagai elemen yaitu petambak, guru dan siswa SMK perikanan Kecamatan Riung, Camat Riung, dan bahkan anggota DPRD Ngada Komisi III turut memeriahkan kegiatan. Diskusi yang berlangsung di balai desa menghasilkan komitmen bersama antara akademisi SMK perikanan dengan petambak, dinas perikanan sebagai pendamping, dan pemangku kebijakan untuk meningkatkan kualitas hasil tambak bandeng di Lengkosambi Timur. Dimana tim dosen dilibatkan sebagai tim ahli yang akan memonitor aktivitas budidaya secara daring pasca kegiatan.







Tinggalkan Balasan