Kupang, KN– Deputi Fasilitasi Riset dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Eng. Agus Haryono, hadir sebagai narasumber dalam workshop nasional yang digelar di Aula Kampus Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (25/8/2025). Acara ini diikuti oleh para dosen dari kampus tersebut.

Dalam paparannya, Prof. Agus memperkenalkan profil BRIN yang telah berdiri sejak 2019. Ia menjelaskan bahwa BRIN berfungsi sebagai lembaga pendanaan (funding agency) yang mengelola dana riset dan inovasi di seluruh Indonesia.

“BRIN mengelola dana abadi penelitian yang dititipkan di Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP),” ujarnya.

Lebih lanjut, Prof. Agus menyampaikan bahwa berdasarkan Perpres Nomor 101, BRIN memiliki amanah untuk mengelola dana penelitian yang setiap tahunnya dialokasikan sebesar Rp600-700 miliar.

Namun, dana yang terserap hanya sekitar Rp400-500 miliar. Oleh karena itu, pihaknya mendorong dosen dan peneliti untuk mengajukan proposal riset yang berkualitas.

“Kami ingin membiayai riset-riset yang memiliki manfaat besar dan dibutuhkan masyarakat. Kami menyediakan berbagai skema pendanaan, mulai dari kompetisi BRIN, ekspedisi, riset inovasi untuk pembuktian ilmiah, hingga riset yang mendukung pengurusan izin edar produk,” jelasnya.

Prof. Agus menambahkan, ada skema pendanaan yang dibuka sepanjang tahun dan ada pula yang bersifat periodik. Setelah pengajuan proposal, tim BRIN akan melakukan review dan memberikan masukan untuk perbaikan jika diperlukan.

Sejauh ini, BRIN telah membiayai lebih dari 2.000 proyek penelitian dengan kisaran dana rata-rata Rp200-300 juta per proyek, mulai dari yang terkecil Rp24 juta, hingga yang terbesar mencapai Rp23 miliar per tahun.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua BPH PB PGRI, Dr. Semuel Haning, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai kehadiran Deputi BRIN merupakan angin segar dan motivasi baru bagi UPG 1945 NTT.

“Kehadiran BRIN di kampus ini membuka peluang besar bagi dosen untuk mendapatkan bantuan pendanaan riset. Ini adalah momentum luar biasa,” ujar Dr. Semuel.