Larantuka, KN – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendorong gereja untuk menjadi rumah pemberdayaan ekonomi umat, dan motor penggerak keadilan sosial.
Hal ini disampaikan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena saat menghadiri acara pertemuan Pastoral XII Regio Gerejawi Nusra, bersama sejumlah Uskup di Larantuka, Flores Timur, Rabu (2/7/2025).
Gubernur NTT Melki Laka Lena mengatakan, saat ini, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui semangat Ayo Bangun NTT,terus berupaya mewujudkan visi NTT Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera, dan Berkelanjutan, yang dijabarkan melalui lima misi, tujuh pilar pembangunan, dan Dasa Cita.
“Upaya ini kami dorong melalui optimalisasi potensi daerah di berbagai sektor: pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan, energi baru dan terbarukan, serta pariwisata, dengan pendekatan berbasis One Village One Product (OVOP),” katanya.
Dalam semangat ini, ia sangat mengharapkan dukungan dari Gereja Katolik di wilayah Nusra untuk ikut memfasilitasi pengembangan produk unggulan lokal di setiap Paroki, Stasi, maupun Kelompok Umat Basis (KUB), menjadikan Gereja sebagai rumah pemberdayaan ekonomi umat dan motor penggerak keadilan sosial.
“Beberapa hari lalu, saya berkesempatan meresmikan GG Mart, toko pangan milik Gereja Masehi Injili Timor (GMIT) yang menjadi ruang pemasaran bagi produk-produk UMKM jemaat. Ketika Pemerintah baru merencanakan pendirian NTT Mart, GMIT sudah mengambil langkah lebih dahulu. Ini adalah teladan baik dari gereja yang memberdayakan, bukan sekadar melayani,” terangnya.
Ia juga turut menghadiri kegiatan Lentera Ekonomi Syariah NTT, sebagai bagian dari Road to Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia,yang menghadirkan komunitas pesantren sebagai pelaku ekosistem ekonomi inklusif berbasis lokal.
“Saya percaya bahwa seluruh lembaga keagamaan, termasuk Gereja Katolik, memiliki potensi besar untuk mendorong dan memfasilitasi model-model pemberdayaan serupa. Melalui kerja sama dan kolaborasi dengan pemerintah daerah, kita bisa mengangkat kualitas produk UMKM NTT ke panggung nasional dan internasional, sekaligus menciptakan lapangan kerja dan menekan angka migrasi non-prosedural secara nyata,” ungkapnya.







Tinggalkan Balasan