Kupang, KN – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus melakukan sejumlah upaya strategis untuk menekan angka inflasi yang saat ini sudah mencapai 6,74 persen.

Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Dr. Lery Rupidara mengatakan, menghadapi inflasi, pihaknya melaksanakan 2 cara yakni pengendalian dan penanganan.

“Pengendalian lebih banyak dilakukan melalui kegiatan koordinasi, dan penanganan melalui action-action atau treatment melalui bansos dan lain-lain,” kata Lery Rupidara kepada wartawan, Rabu 28 Desember 2022.

Di bidang pengendalian, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Kegiatan koordinasi dilaksanakan selama 32 kali.

Rapat koordinasi ini dilaksanakan melalui HLM TPID (High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah) selama 5 kali di Flores, Sumba, dan Timor-Rote-Sabu.

Pemerintah Provinsi NTT juga menghadiri Rakornas bersama pemerintah pusat sebanyak 10 kali, melaksanakan Rakor TPID sebanyak 9 Kabupaten yang dirangkai dengan penyerahan secara simbolis anakan Cabai, serta 9 kali Rapat Teknis yang dirangkai dengan kunjungan atau survey harga pasar di Kota Kupang.