“Kami mengapresiasi STIKUM Prof. Dr. Yohanes Usfunan, S.H., M.H., yang telah melaksanakan prosesi wisuda dengan tertib dan khidmat. Kehadiran Polri di sini adalah bentuk sinergi dan dukungan kami terhadap dunia pendidikan,” ungkap AKP Peterson Riwu, S.H..
Lebih dalam, perwira dengan tiga balok di pundak tersebut menitipkan pesan mendalam bagi para lulusan hukum baru agar tidak melupakan tanggung jawab moral yang melekat pada gelar akademis mereka. Tantangan penegakan hukum di wilayah Nusa Tenggara Timur membutuhkan figur-figur praktisi yang bersih dan berdedikasi tinggi.
“Kepada para sarjana hukum yang baru diwisuda, jadilah lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berintegritas dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi penegakan hukum serta pembangunan di Nusa Tenggara Timur,” tutur Kapolsek Maulafa.
Sebelum menutup pernyataannya, pimpinan tertinggi di Polsek Maulafa ini melemparkan amanat terbuka dan mengajak institusi pendidikan untuk ikut ambil bagian sebagai motor penggerak ketertiban masyarakat. Sinergitas antara aparat dan akademisi dipandang sebagai modal penting dalam meminimalisir potensi pelanggaran hukum di lingkungan sosial.
“Kami dari Polsek Maulafa mengajak dan siap bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat dan dunia pendidikan termasuk kampus dalam membangun generasi yang sadar hukum, berkarakter, dan mampu menjadi pelopor terciptanya keamanan serta ketertiban di tengah masyarakat,” pungkas AKP Peterson Riwu, S.H. secara tegas. (agn)







Tinggalkan Balasan