KUPANG, KN — Pemerintah Kota Kupang menorehkan sejarah baru dalam upaya pemenuhan kesetaraan dan pengembangan potensi olahraga bagi penyandang disabilitas. 

Untuk pertama kalinya, kelayakan fasilitas pembinaan bagi para atlet berkebutuhan khusus mendapatkan suntikan dana segar melalui alokasi dana hibah langsung sebesar Rp100 juta yang diserahkan kepada pengurus National Paralympic Committee (NPC) Kota Kupang.

Keputusan strategis ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, dalam sebuah pertemuan audiensi bersama jajaran fungsionaris NPC Kota Kupang yang berlangsung secara kekeluargaan di Rumah Jabatan Wali Kota pada Selasa (7/7).

Efisiensi Anggaran: Rela Pangkas Fasilitas Walikota

Langkah berani diambil oleh dr. Christian Widodo demi memastikan ketersediaan dana bagi organisasi olahraga disabilitas yang baru seumur jagung ini. Alokasi dana Rp100 juta tersebut berhasil dihimpun berkat kebijakan efisiensi ketat di internal sekretariat daerah, termasuk kerelaan kepala daerah untuk menekan anggaran operasional pribadinya.

“Saat merancang anggaran pada tahun 2025 silam, saya langsung berkoordinasi dengan jajaran Kadispora serta Badan Keuangan. Saya memberikan instruksi tegas bahwa kendati ruang fiskal daerah kita sangat terbatas, Pemkot Kupang wajib mengupayakan stimulan dana hibah bagi rekan-rekan di NPC Kota Kupang, berapapun nilainya,” ungkap dr. Christian Widodo.

Lebih lanjut, ia memaparkan contoh konkret penghematan pos anggaran publik yang ia lakukan demi menyokong hak-hak para atlet binaan.

“Kami menyisir ulang pengeluaran di bagian umum, termasuk fasilitas untuk saya sendiri. Sebagai contoh, saya mengambil keputusan untuk tidak melakukan pengadaan mobil dinas baru. Kami memilih berkorban di sektor lain agar anggarannya bisa dialihkan untuk mendukung perjuangan teman-teman di NPC Kota Kupang,” tambah sang Wali Kota.

Formula 80/20 dan Sinergitas Antarlembaga

Mengingat badan olahraga ini baru terbentuk secara formal pada tahun 2025, dr. Christian berpesan agar dana stimulan tersebut dipergunakan secara cermat. Dana hibah ini diproyeksikan sebagai motor penggerak latihan rutin, pemenuhan gizi, pendampingan, hingga kebutuhan uji tanding (try out/try in) ke luar wilayah.