“Kami tidak pernah mengatakan bahwa kami sempurna. Kami juga terbuka terhadap evaluasi. Namun kami berharap jangan langsung ditempatkan sebagai pihak yang mengeksploitasi siswa PKL sebelum seluruh fakta didengar secara lengkap dan berimbang. Kami hanya menginginkan ruang yang adil untuk menjelaskan, karena di balik semua ini ada banyak usaha, kepedulian, dan niat baik yang selama ini benar-benar kami jalankan,” tutup Sigit. (*/ab)