Ia menjelaskan, PKT yang ditandatangani menjadi implementasi nyata komitmen bersama dalam memperkuat koordinasi, pertukaran informasi, dukungan pengamanan, serta langkah-langkah pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan selama pelaksanaan proyek maupun operasional aset ketenagalistrikan.

Dalam kesempatan tersebut, Manurung juga memaparkan sejumlah proyek strategis yang tengah dikerjakan PT PLN (Persero) UIP Nusra di Nusa Tenggara Timur, di antaranya pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu Unit 5-6, PLTP Mataloko, serta berbagai proyek energi baru terbarukan (EBT) lainnya yang menjadi bagian dari upaya mendukung transisi energi nasional.

Selain pembangunan infrastruktur, lanjutnya, PLN juga terus menjalankan berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebagai bentuk komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah proyek.

“Kami berharap penandatanganan PKT ini menjadi momentum untuk semakin mempererat hubungan kelembagaan antara PLN UIP Nusra dan Polda NTT. Dengan kolaborasi yang semakin kuat, kami optimistis pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dapat berjalan tepat mutu, tepat waktu, tepat biaya, serta tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan,” tutup Manurung.