Kehadiran ruang pameran ini diharapkan mampu memperluas ceruk pasar dan jaringan bisnis para pelaku usaha mikro di NTT.
“Kami ingin memberikan ruang bagi para pelaku usaha kecil dan menengah untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat. Ini menjadi bentuk dukungan nyata Polri terhadap penguatan ekonomi kerakyatan di NTT,” sambung Kombes Pol. Henry Novika Chandra menegaskan komitmen institusinya terhadap pemberdayaan ekonomi.
Sementara itu, untuk klaster pasar murah, panitia fokus memitigasi fluktuasi harga pangan dengan menyediakan sembilan jenis bahan pokok penting yang sangat dibutuhkan rumah tangga.
Komoditas utama seperti beras kualitas baik, gula pasir, minyak goreng, pasokan telur ayam, mi instan, persediaan ayam beku, bawang merah dan putih, tepung terigu, hingga hasil laut berupa ikan segar akan dijual dengan harga khusus di bawah harga pasar konvensional.
Langkah taktis ini diambil demi menjaga stabilitas daya beli masyarakat pesisir dan perkotaan di tengah dinamika ekonomi nasional.







Tinggalkan Balasan