Soe, KN — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, melalui Badan Keuangan Daerah (BKD), melaksanakan Program Intervensi Perangkat Daerah di Desa Oenai, Kecamatan Ki’e, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Sabtu (23/5/2026).
Program ini dilaksanakan, sebagai bagian dari upaya percepatan pencapaian sasaran pembangunan daerah tahun 2026.
Dalam sambutannya mewakili Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Plh Sekda Provinsi NTT, Flori Rita Wuisan mengatakan bahwa, kemajuan desa menjadi kunci keberhasilan pembangunan daerah.
Menurutnya, ketika desa maju dan produktif, maka pemerataan kesejahteraan akan semakin dirasakan hingga ke pelosok wilayah.
“Desa merupakan ujung tombak pembangunan daerah. Karena itu, keberhasilan pembangunan Provinsi Nusa Tenggara Timur sangat ditentukan oleh kemajuan desa-desa di seluruh wilayah NTT,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi NTT, lanjut dia, terus berkomitmen menghadirkan pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat desa melalui sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat.
Program intervensi tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari pemberdayaan ekonomi, kesehatan, pendidikan, ketahanan pangan, pembangunan infrastruktur dasar, penguatan kelembagaan desa, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian adalah pelatihan kerajinan tenun, khususnya pewarnaan benang, sebagai upaya meningkatkan kemampuan dan kreativitas para penenun lokal. Selain pelatihan, pemerintah juga memberikan bantuan benang dan bahan pewarna untuk mendukung keberlanjutan usaha tenun masyarakat.
“Pelatihan ini diharapkan mampu mendukung pelestarian budaya daerah sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat,” kata Flori Rita.
Di bidang kesehatan dan perlindungan sosial, pemerintah juga memberikan sosialisasi mengenai BPJS Ketenagakerjaan dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya perlindungan jaminan sosial dan akses layanan kesehatan yang layak dan terjangkau. Selain sosialisasi, masyarakat Desa Oenai juga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis.
Sebagai bagian dari pelestarian budaya, kegiatan tersebut turut diramaikan dengan malam kesenian, yang menampilkan potensi seni dan budaya lokal masyarakat Desa Oenai.
“Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat persaudaraan dan semangat gotong royong antarwarga, sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal dan melestarikan warisan budaya daerah,” ungkapnya.
Menurut Flori Rita, kegiatan seni budaya juga berpotensi menjadi sarana promosi desa dan membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif serta pariwisata berbasis budaya lokal.
Ia menegaskan, pembangunan tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri tanpa dukungan masyarakat. Karena itu, ia mengajak masyarakat Desa Oenai untuk memanfaatkan setiap program dan bantuan yang diberikan dengan sebaik-baiknya.
“Kegiatan intervensi ini tidak boleh hanya bersifat seremonial, tetapi harus menghasilkan dampak yang terukur dan berkelanjutan bagi masyarakat,” tegasnya kepada seluruh perangkat daerah yang terlibat.
Di akhir sambutannya, Flori Rita menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap, Program Intervensi Perangkat Daerah Provinsi NTT dapat menjadi langkah nyata, dalam percepatan pembangunan desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Dari desa-desa yang kuat akan lahir keluarga-keluarga yang sejahtera. Dari masyarakat yang saling peduli akan tumbuh kehidupan yang damai dan harmonis. Dan dari kerja keras bersama hari ini, akan tumbuh masa depan Nusa Tenggara Timur yang lebih maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Ketua Panitia Kegiatan Program Intervensi Perangkat Daerah, sekaligus Kepala Badan Keuangan Daerah Provinsi NTT, Benhard Menoh mengatakan, program ini merupakan salah satu prakarsa terpadu Pemerintah Provinsi NTT, dalam mempercepat pembangunan daerah melalui sinergi lintas perangkat daerah, pemerintah kabupaten/kota, pemerintah desa, serta partisipasi masyarakat.
Menurutnya, program tersebut juga menjadi bagian dari prioritas pembangunan, yang mendukung pelaksanaan visi dan misi Gubernur NTT Melki Laka Lena dan Wakil Gubernur Johni Asadoma, dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa.
“Program ini diarahkan untuk menjawab berbagai kebutuhan prioritas masyarakat desa secara terukur, terpadu, dan berkelanjutan,” ujar Benhard Menoh.
Pelaksanaan program, dilakukan melalui pendekatan pembangunan berbasis desa dengan fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, pengurangan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem, penguatan ekonomi desa, peningkatan kualitas pelayanan dasar, pembangunan infrastruktur, ketahanan pangan, penurunan stunting, pemberdayaan masyarakat, hingga penguatan tata kelola pemerintahan desa.
“Dalam pelaksanaannya, setiap perangkat daerah menjalankan intervensi sesuai tugas dan fungsi masing-masing, pada desa lokus prioritas pembangunan,” ungkapnya.
Benhard berharap, program tersebut mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, sekaligus mempercepat pencapaian target pembangunan daerah.
Berbagai kegiatan dilaksanakan dalam program tersebut, di antaranya:
• Sosialisasi pengelolaan keuangan desa oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten TTS;
• Sosialisasi pengelolaan keuangan daerah oleh Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten TTS;
• Sosialisasi Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan oleh BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Kupang;
• Sosialisasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) oleh BPJS Kesehatan Wilayah Belu;
• Pelatihan kerajinan tenun oleh pengelola Rumah Tenun Ina Ndao;
• Pelayanan administrasi kepesertaan JKN;
• Pemeriksaan kesehatan gratis;
• Dukungan pembangunan rumah;
• Penyerahan bantuan pakaian seragam sekolah dan buku tulis bagi siswa SD Inpres Oenai dan SD GMIT Oenai;
• Pameran dan malam kesenian.
“Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan dan kreativitas masyarakat, khususnya dalam bidang kerajinan tenun sebagai upaya pelestarian budaya daerah sekaligus peningkatan ekonomi masyarakat,” kata Benhard.
Selain itu, lanjutnya, program ini juga bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat dan aparatur desa, mengenai pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap layanan kesehatan dan administrasi kepesertaan JKN.
“Peserta kegiatan ini adalah masyarakat Desa Oenai, Kecamatan Ki’e, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Pelaksanaan kegiatan didukung melalui DPPA-SKPD Badan Keuangan Daerah Tahun 2026,” pungkasnya. (*)



Tinggalkan Balasan