Menurutnya, berbicara tentang sampah tidak bisa bicara personal, tapi butuh kolaborasi dan kolaboraksi. Labuan Bajo sejak tahun 1999 sampai hari ini, tidak ada gerakan besar untuk penanganan sampah dari hulu. “Karena itu, butuh kesadaran kita semua, terutama generasi muda,” katanya.

Peran generasi muda penting sebagai agen perubahan, sebagai inovator dan creative leader, juga mitra strategis. Hal ini penting guna menjadikan Labuan Bajo Lestari. “Kita harus terus mengampanyekan kesadaran mengelola sampah dari anak-anak. Sampah harus dipilih dan dipilah mulai dari rumah tangga,” pesannya.

Kegiatan Youth Workshop Campaign “From Waste to Action” di Kampus Politeknik eLBajo Commodus Labuan Bajo, Manggarai Barat, Kamis (21/5/2026) hadir Direktur Politeknik eLBajo Commodus, Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si, Direktur PT INGRAM, Fey Febri, perwakilan PTTEP Indonesia, Gayatri Syafri, Kadis Lingkungan Hidup dan Pertanahan Manggarai Barat, Vinsensius Gande, dan Direktur Destinasi Pariwisata BPOLBF, Konstant Mardinandus. (*)