Untuk penanganan 49,11 persen, dan masih berfokus pada wilayah di sektor tengah dan hilir. Untuk sektor Tengah yang ditangani 37,80 ton per hari atau 25,65 persen.
“Salah satu peran dalam Upaya penanganan pengurangan sampah adalah peran PT INGRAM. Sementara untuk sektor informal/pengepul mengurangi hingga 9,86 ton per hari. Sementara yang langsung dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) mencapai 26,27 ton per hari,” jelas Vinsensius.
Dari data ini, kata Vinsensius menunjukkan bahwa penanganan sampah di Kabupaten Manggarai Barat tidak sedang baik-baik saja. “Isu sampah masuk indikator utama arah Pembangunan di Manggarai Barat. Ini setara mengurus penanganan stunting dan kemiskinan. Dan ini satu-satunya daerah di NTT yang memasukan penanganan sampah sebagai indicator utama Pembangunan,” kata Vinsensius.
Direktur PT INGRAM, Fey Febri saat Youth Talk: From Waste To Action Positif Bajo (B+) dalam kesempatan itu mendorong para mahasiswa dan pelajar di Manggarai Barat untuk memilah dan mengolah sampah secara inovatif.



Tinggalkan Balasan