Pertumbuhan tersebut ditopang sektor penyediaan akomodasi dan makan minum yang melonjak hingga 26,22 persen serta pertumbuhan belanja pemerintah sebesar 19,92 persen.

Menurut Melki, pertumbuhan ekonomi itu juga didukung sektor pertanian, peternakan, kelautan dan perikanan, serta konsumsi rumah tangga yang terus bergerak.

“Kita berharap pergerakan ekonomi NTT semakin baik. Tapi di sisi lain kita masih menghadapi tantangan besar seperti kemiskinan yang masih 17,5 persen, stunting, dan rata-rata lama sekolah yang baru 8,22 tahun,” katanya.

Ia menilai tantangan tersebut membuat pemerintah daerah harus bekerja lebih keras menjaga stabilitas fiskal dan memastikan program pembangunan tetap berjalan efektif.

Melki juga menyinggung situasi ekonomi nasional dan global yang dinilai belum sepenuhnya stabil.

Menurutnya, tekanan terhadap APBN serta ketidakpastian ekonomi dunia dapat berdampak langsung terhadap kemampuan daerah menjalankan pembangunan.

“Kita belum tahu kapan situasi global ini selesai. Tekanan APBN juga tidak mudah. Karena itu kerja keras Bapenda menjadi kunci agar pembangunan dan pelayanan publik tetap berjalan,” ujarnya.