Senada dengan Sekda, Pastor Moderator Pemuda Katolik Komda NTT, RD Jefry Bonlay, menekankan bahwa dialog lintas iman adalah benteng utama agar generasi muda tidak terjerumus ke dalam pemikiran yang radikal.
“Fanatisme itu produk dari kebodohan. Karena itu kita harus duduk bersama, saling mendengar, saling berbagi pengalaman hidup supaya bisa berjalan bersama dalam perbedaan,” ujar RD Jefry.
Menurutnya, kehidupan bermasyarakat yang harmonis tidak akan pernah terwujud tanpa adanya komunikasi dan keterbukaan antarkelompok. Oleh karena itu, wadah diskusi seperti ini sangat krusial untuk menjaga kualitas hidup bersama di tengah masyarakat yang majemuk.
Di sisi lain, Ketua Pemuda Katolik Komcab Kota Kupang, Valentinus Kopong Masan, menjelaskan alasan utama di balik pemilihan tema talkshow ini. Menurut Valentinus, realitas sosial hari ini menuntut adanya ruang edukasi dan refleksi yang lebih masif bagi kaum muda.
“Moderasi beragama tidak boleh berhenti menjadi slogan bahwa NTT adalah Nusa Terindah Toleransi. Kita harus memastikan nilai itu benar-benar hidup dalam tindakan sehari-hari,” pungkas Valentinus. Ia juga mengingatkan bahwa generasi muda memegang tanggung jawab besar untuk menjaga keutuhan NKRI melalui tindakan nyata yang menghargai setiap perbedaan. (*)



Tinggalkan Balasan