Di sisi lain, konsolidasi politik organisasi juga tetap berjalan. Umbu Rudi mengungkapkan bahwa seluruh ketua Depidar SOKSI di 22 kabupaten dan kota di NTT berasal dari kader Partai Golkar yang duduk di parlemen daerah.

Mereka dilibatkan aktif dalam agenda reses dan kunjungan kerja anggota DPR RI sebagai bagian dari penguatan jaringan organisasi hingga tingkat akar rumput.

Rakernas dan Rapimnas SOKSI tahun ini memang menjadi momentum penting bagi organisasi yang didirikan Suhardiman tersebut. Selain konsolidasi internal, forum juga menegaskan arah politik organisasi di bawah kepemimpinan Bahlil Lahadalia.

Ketua Umum Depinas SOKSI Mukhamad Misbakhun mengatakan, SOKSI memiliki tanggung jawab menyiapkan kader terbaik untuk Partai Golkar dan pemerintahan.

Karena itu, organisasi akan memperkuat program Pendidikan Politik Kader Bangsa (P2KB) sebagai ruang kaderisasi strategis dalam lima tahun ke depan.

Rakernas SOKSI kali ini juga dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara pelestarian hutan, pengelolaan perkebunan, dan kesejahteraan rakyat.

Di tengah dinamika politik nasional, forum Rakernas SOKSI memperlihatkan satu hal: organisasi tua itu masih berusaha mencari relevansinya di tengah masyarakat. Dan dari panggung nasional itu, SOKSI NTT muncul dengan pendekatan yang berbeda, membawa isu ekonomi rakyat, budaya lokal, dan olahraga tradisional sebagai wajah baru konsolidasi politik daerah. (*/llt/ab)