Skema itu diarahkan untuk memperkuat hilirisasi komoditas lokal NTT. Produk-produk masyarakat nantinya dipasarkan melalui jaringan NTT Mart yang mulai berkembang di berbagai kabupaten dan kota.

Namun, yang paling menyita perhatian forum justru ketika Umbu Rudi berbicara mengenai pacuan kuda tradisional, olahraga rakyat yang selama ini hidup dalam kebudayaan masyarakat NTT, terutama di Pulau Sumba.

Sebagai Ketua Pengprov Federasi Nasional Pordasi Pacuan NTT, ia mengatakan pihaknya bersama Pemerintah Provinsi NTT dan PP Pordasi Pacu telah berjuang hingga meloloskan pacuan kuda tradisional tanpa pelana menjadi cabang olahraga resmi pada Pekan Olahraga Nasional 2028.

NTT dan NTB sendiri telah ditetapkan sebagai tuan rumah bersama PON 2028.

Bagi masyarakat NTT, kata Umbu Rudi, kuda bukan sekadar hewan ternak atau olahraga hiburan. Kuda adalah bagian dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat.

“Di Sumba, kuda itu napas kehidupan masyarakat. Karena itu, ketika pacuan kuda dihidupkan, yang bergerak bukan hanya olahraga, tetapi ekonomi rakyat, pariwisata, hingga pelestarian budaya,” ujarnya.

SOKSI NTT, lanjut dia, kini aktif mendorong penyelenggaraan pacuan kuda tradisional dan kejuaraan berkuda di berbagai daerah. Aktivitas tersebut diyakini memberi dampak ekonomi langsung kepada masyarakat, mulai dari peternak, pelaku UMKM, hingga sektor pariwisata lokal.