Program tersebut kemudian diterjemahkan SOKSI NTT melalui gerakan One Depicab One Product. Setiap kepengurusan kabupaten/kota didorong membangun produk unggulan berbasis potensi lokal masyarakat.

“Yang dibangun bukan hanya organisasi, tetapi bagaimana masyarakat memiliki produk yang bisa diolah, dikemas, dan dipasarkan,” kata Umbu Rudi.

Skema itu diarahkan untuk memperkuat hilirisasi komoditas lokal NTT. Produk-produk masyarakat nantinya dipasarkan melalui jaringan NTT Mart yang mulai berkembang di berbagai kabupaten dan kota.

Namun, yang paling menyita perhatian forum justru ketika Umbu Rudi berbicara mengenai pacuan kuda tradisional, olahraga rakyat yang selama ini hidup dalam kebudayaan masyarakat NTT, terutama di Pulau Sumba.

Sebagai Ketua Pengprov Federasi Nasional Pordasi Pacuan NTT, ia mengatakan pihaknya bersama Pemerintah Provinsi NTT dan PP Pordasi Pacu telah berjuang hingga meloloskan pacuan kuda tradisional tanpa pelana menjadi cabang olahraga resmi pada Pekan Olahraga Nasional 2028.