Mataram, KN – Upaya pengembangan energi panas bumi (geothermal) di Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya di Pulau Flores dan Lembata, terus diperkuat melalui sinergi antara pemerintah daerah dan PT PLN (Persero).

Hal tersebut mengemuka dalam kunjungan konsultasi Ketua DPRD Provinsi NTT bersama Komisi IV DPRD NTT ke PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra), Selasa (12/5).

Pertemuan yang berlangsung di Kantor PT PLN (Persero) UIP Nusra itu menjadi ruang diskusi bersama untuk memperkuat langkah pengembangan energi baru terbarukan (EBT), sekaligus membangun pemahaman publik mengenai proyek geothermal yang tengah dikembangkan di Flores.

Kunjungan tersebut dihadiri Ketua DPRD NTT Ir. Emelia Julia Nomleni, Wakil Ketua Komisi IV DPRD NTT Drs. Obed Naitboho, M.Si, Sekretaris Komisi IV Ana Waha Kolin S.H, anggota Komisi IV Antonius D. Mahemba, S.H dan Simson Polin, S.Sos, beserta jajaran Sekretariat DPRD NTT.

General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, Rizki Aftarianto, mengatakan NTT menjadi salah satu wilayah strategis dalam pengembangan energi baru terbarukan nasional.