Sementara itu, di NTT, realisasi KUR telah mencapai Rp898 miliar dengan lebih dari 19 ribu pelaku UMKM sebagai penerima manfaat. Capaian ini dinilai menunjukkan tren positif akses pembiayaan di daerah, yang perlu terus dioptimalkan seiring dengan potensi ekonomi NTT, khususnya di sektor pariwisata.
Dalam kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pembiayaan (PKP) KUR antara Kementerian UMKM dan PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur sebagai penyalur KUR.
Menteri Maman mengapresiasi kesiapan Bank NTT yang kembali menyalurkan KUR dengan nilai sekitar Rp350 miliar setelah sebelumnya sempat berhenti. Ia menegaskan bahwa peran perbankan tidak hanya sebatas penyaluran kredit.
“Saya berharap peran bank tidak hanya menyalurkan KUR, tetapi juga memberikan pendampingan dan literasi keuangan kepada nasabah agar usaha mereka semakin berkembang dan berkelanjutan,” tambahnya.
Gubernur NTT, Emanuel Melki Laka Lena, yang turut hadir bersama sejumlah kepala daerah, menekankan pentingnya tata kelola yang baik oleh seluruh bank penyalur KUR.





Tinggalkan Balasan