KUPANG, KN — Gelaran Event Budaya Multi Etnis Kelurahan Namosain 2026 yang dibuka pada Selasa (28/7) sore tidak sekadar menjadi ajang pentas seni dan tradisi, tetapi juga menjadi pemicu roda perekonomian warga lokal.
Deretan tenda festival yang berjejer di sepanjang kawasan Pantai Namosain tampak dipenuhi aneka produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang siap diserbu para pengunjung.
Dukungan perbankan daerah seperti Bank NTT terlihat dari hadirnya stan-stan pameran beratap putih yang memfasilitasi para pelaku usaha.
Pilihan kuliner yang ditawarkan sangat beragam, mulai dari olahan penganan jajanan pasar, minuman segar, hingga kuliner populer seperti dimsum keju lumer.
Tidak hanya sektor kuliner, wahana hiburan rakyat seperti arena mewarnai anak-anak serta fasilitas istana balon turut memadati area pasir pantai, memberikan ruang rezeki bagi para penyedia jasa hiburan keliling.
Dampak positif perhelatan ini dirasakan langsung oleh para pedagang di lokasi. Maya, salah satu pelaku UMKM yang membuka lapak penjualan dimsum keju lumer di bawah tenda pameran, mengaku omzet penjualannya meningkat pesat sejak sore hari.
“Sejak acara dibuka sore tadi, pengunjung ramai sekali yang mampir ke tenda kami, terutama anak-anak dan anak muda. Adanya festival budaya seperti ini sangat membantu kami pedagang kecil untuk menambah penghasilan. Harapannya event-event ramai di Pantai Namosain ini sering diadakan,” ungkap Maya di stan jualannya.
Lurah Namosain, Nixon, menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi warga melalui pelibatan pelaku UMKM merupakan salah satu pilar utama dari penyelenggaraan event kebudayaan di wilayahnya.
“Kami sengaja mendesain acara budaya ini agar berdampak langsung pada dompet warga. Seni dan tradisi adalah daya tariknya, sedangkan UMKM adalah penggerak ekonominya. Dengan berkumpulnya ratusan pengunjung di Pantai Namosain hingga tiga hari ke depan, para pedagang lokal dan pelaku usaha kecil bisa memanen rezeki secara langsung,” tutur Lurah Namosain, Nixon.



Tinggalkan Balasan