Ia menjelaskan, saat ini jumlah ASN Pemprov NTT mencapai lebih dari 30 ribu orang, terdiri dari sekitar 17 ribu PPPK dan 13 ribu PNS, yang seluruhnya harus tetap dibayar gaji dan hak-haknya. Kondisi ini menuntut optimalisasi pendapatan daerah agar beban fiskal tetap terkendali.

Selain itu, Gubernur juga mengingatkan dampak situasi global, termasuk konflik geopolitik yang berimbas pada kebijakan penghematan pemerintah pusat, serta ancaman El Nino yang diprediksi memperpanjang musim kemarau di NTT dan berpotensi menekan ekonomi masyarakat.

“NTT termasuk daerah yang paling terdampak El Nino. Kemarau akan lebih panjang, risiko gagal panen meningkat, dan mata pencaharian masyarakat bisa terganggu. Karena itu, belanja daerah harus kita siapkan untuk kondisi terburuk,” jelasnya.

Dalam konteks tersebut, Melki meminta seluruh OPD melakukan penyesuaian dan efisiensi belanja, dengan memastikan setiap program benar-benar tepat sasaran dan berdampak bagi publik. Ia menegaskan tidak ada lagi ruang untuk pemborosan dalam situasi fiskal yang terbatas.