Kupang, KN – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menyatakan, pihaknya akan mengevaluasi kinerja kepala sekolah tiga sampai enam bulan sekali.

Hal ini disampaikan Gubernur Melki, usai melantik 104 kepala sekolah SMA, SMK dan SLB, Rabu (25/3/2026).

“Evaluasi dua tahun itu normal. Tapi apabila dalam dua tahun kepala sekolah tidak menunjukan prestasi dan kemajuan bagi sekolah, dia akan dievaluasi lebih awal,” kata Melki Laka Lena.

Ia menegaskan, di samping evaluasi reguler selama dua tahun, para kepala sekolah juga bisa dievaluasi selama tiga sampai enam bulan, untuk melihat progres kinerjanya.

“Dua tahun itu reguler, tapi per tiga bulan atau enam bulan, kita lihat progresnya dia buat apa,” ungkap Melki.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur NTT juga mendorong para kepala sekolah untuk mengoptimalkan potensi yang ada di sekolah masing-masing lewat program OSOP atau One School One Product.

“OSOP ini adalah bagian dari kita melatih siswa siswi kita, untuk mengolah potensi sekitar yang ada di sekolah, baik di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, maupun kelautan dan perikanan,” jelasnya.

Khusus sekolah-sekolah SMK, Melki mendorong agar para kepala sekolah dan siswa siswi harus mengembangkan potensi sekolahnya dengan baik.

“Kita akan siapkan tim dari provinsi, untuk nanti dengan skema KUR sekolah, mereka bisa dilatih untuk berwirausaha, dengan jumlah uang yang disesuaikan dengan kemampuan mereka,” pungkas Melki. (*)