“Saya pastikan akan memangkas program-program yang tidak memiliki dampak bagi masyarakat, kita stop dan akan saya coret, karena tidak punya dampak langsung yang besar terhadap pembangunan di NTT, serta untuk gaji dan TPP ASN tetap kita anggarkan” tegasnya.

Sementara itu, Koordinator Tim Peneliti, Welly Kause menyampaikan hasil kajian Dasa Cita pertama, Membangun Rantai
Pasok dari ladang/laut ke pesar.

Fokus dari kajian ini adalah Program Peningkatan Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat Provinsi NTT.

Welly menjelaskan bahwa, ada empat sub kegiatan yang dikaji oleh tim peneliti, bersumber dari dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi NTT, tahun 2025-2029.

Sub kegiatan tersebut yakni pertama pengelolaan, penyaluran, pengadaan, serta koordinasi cadangan pangan pemerintah provinsi; kedua, penyusunan proyeksi neraca pangan; ketiga, koordinasi dan sinkronisasi pemantauan stok, pasokan, dan harga; keempat, promosi pencapaian konsumsi pangan perkapita melalui media provinsi.

Tim Peneliti melakukan kajian dengan metode CIPP (Context, Input, Process, dan Product). Namun demikian paparan tersebut belum menggambarkan keseluruhan kajian program, karena masih membutuhkan banyak data.