Ia menjelaskan, dalam konsep DAS terdapat dua jenis outlet, yakni aliran air yang bermuara ke laut dan aliran yang berakhir di danau. Dengan pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan lebih mudah memahami fungsi dan pentingnya menjaga wilayah DAS.
Dolfus juga mengungkapkan bahwa di Provinsi Nusa Tenggara Timur terdapat 3.991 DAS yang membagi habis seluruh daratan NTT. Ini berarti seluruh aktivitas manusia berada di dalam DAS.
“Semua aktivitas manusia berada dalam sistem DAS. Karena itu pengelolaan wilayah ini menjadi tanggung jawab bersama. Bumi ini hanya satu, sehingga kita semua memiliki kewajiban untuk merawat dan menjaganya,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa tidak semua DAS berukuran besar. Di NTT terdapat 98% DAS kecil dan sangat kecil yang tetap memiliki fungsi penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan ketersediaan air.
Dolfus juga menyebutkan lima DAS utama di NTT, yaitu DAS Benain melintasi Kabupaten TTU, TTS, Malaka dan Belu; DAS Noelmina yang melintasi Kabupaten TTS dan Kupang; DAS Kambaniru di Kabupaten Sumba Timur, DAS Aesesa di Kabupaten Ngada, serta DAS Jamal di Kabupaten Manggarai Barat.



Tinggalkan Balasan