Ia menyebut pihak sekolah berencana kembali menyelenggarakan turnamen tersebut pada tahun mendatang dengan hadiah yang lebih besar, namun tetap menekankan nilai sportivitas sebagai tujuan utama kegiatan.

“Jangan dilihat dari nilai hadiahnya, tetapi dari semangat sportivitas dan kebersamaan yang lahir dari pertandingan ini,” ujarnya.

Jesica juga menyampaikan bahwa turnamen tersebut merupakan aspirasi para guru olahraga yang ingin melihat kembali berkembangnya kompetisi bola voli di tingkat pelajar.

“Ini kerinduan para guru olahraga agar bola voli di sekolah bisa hidup kembali dan turnamen seperti ini bisa digelar lebih banyak lagi,” katanya.

Turnamen bola voli antar-SMP se-daratan Timor tersebut diikuti berbagai sekolah dari sejumlah kabupaten di Pulau Timor. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi wadah pencarian bibit atlet muda di NTT. (*)