Gubernur NTT Tutup Turnamen Voly SMK Maritim Kupang, Sekolah Siap Jadikan Agenda Tahunan

Gubernur NTT Melki Laka Lena, saat menghadiri penutupan turnamen Voly, SMK Maritim Kupang. (Foto: Ama Beding)

Kupang, KN – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mendorong penyelenggaraan turnamen olahraga pelajar, agar digelar lebih rutin dan terstruktur di seluruh wilayah NTT.

Kegiatan tersebut dinilai penting untuk pembinaan atlet muda sekaligus mempererat kebersamaan antarwilayah.

Hal itu disampaikan Melki saat menutup Turnamen Bola Voli tingkat SMP se-daratan Timor yang berlangsung di Lapangan SMK Maritim Nusantara Kupang, Kelurahan Liliba, Kupang, Jumat (13/3/2026).

Menurut Melki, turnamen yang diinisiasi SMK Maritim Nusantara Kupang tersebut merupakan langkah positif untuk menghidupkan kembali kompetisi olahraga di kalangan pelajar yang belakangan jarang digelar.

“Dulu waktu saya SMA di Kupang sering ada pertandingan antar-SMA bahkan sampai melawan mahasiswa. Tapi untuk tingkat SMP seperti ini memang jarang terjadi. Karena itu kegiatan yang dibuat SMK Maritim ini sangat baik dan harus diteruskan,” kata Melki.

Ia menilai inisiatif tersebut tidak hanya mendorong kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi strategi kreatif sekolah dalam memperkenalkan institusi pendidikan kepada masyarakat.

“SMK Maritim ini strateginya bagus. Selain mengurus olahraga dengan baik, mereka juga membuat orang datang dan mengenal sekolah ini. Ini cara kampanye sekolah yang sangat baik,” ujarnya.

Melki mengatakan pemerintah provinsi akan mendorong model turnamen serupa digelar di wilayah lain di Nusa Tenggara Timur, termasuk di Pulau Flores dan Pulau Sumba, agar pembinaan atlet muda dapat berlangsung lebih merata.

Menurutnya, sekolah-sekolah di wilayah tersebut dapat mengambil peran sebagai penyelenggara kegiatan olahraga pelajar agar kompetisi semakin berkembang.

“Nanti kita dorong juga di Flores dan Sumba supaya ada sekolah yang memulai kegiatan seperti ini. Kalau di Timor sudah dimulai oleh SMK Maritim, di Flores bisa dua atau tiga sekolah yang memulai supaya tidak terlalu jauh jangkauannya,” jelasnya.

Selain itu, Melki mengungkapkan pemerintah provinsi juga tengah mempertimbangkan pembentukan turnamen olahraga pelajar berskala provinsi melalui ajang Piala Gubernur NTT.

Turnamen tersebut direncanakan mempertandingkan dua cabang olahraga utama, yakni bola voli dan sepak bola untuk tingkat SMA dan SMK.

“Saya nanti akan bicara dengan Kepala Dinas Pendidikan supaya kita siapkan Piala Gubernur untuk dua cabang olahraga, yaitu bola voli dan sepak bola tingkat SMA dan SMK di NTT,” kata Melki.

Ia menjelaskan, turnamen tersebut nantinya akan menggunakan sistem tuan rumah bergilir sehingga dapat digelar di berbagai wilayah di NTT, seperti Kupang, Flores maupun Sumba.

“Modelnya bisa seperti turnamen yang berpindah-pindah tuan rumah. Bisa di Kupang, Flores atau Sumba, supaya olahraga juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul,” ujarnya.

BACA JUGA:  Thamrin Marzuki Lantik Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia NTT

Menurut Melki, olahraga seperti sepak bola dan bola voli memiliki kekuatan besar dalam membangun kebersamaan masyarakat.

“Hanya dengan olahraga seperti sepak bola dan bola voli orang mau berkumpul. Dari situ lahir kebersamaan,” katanya.

Ia juga menilai turnamen tingkat SMP seperti yang digelar SMK Maritim Nusantara Kupang dapat menjadi sarana awal pembinaan atlet voli NTT di masa depan.

Meski para peserta masih berusia muda, Melki menilai mereka berpotensi menjadi bagian dari kekuatan tim bola voli NTT dalam beberapa tahun mendatang.

“Kalau dua atau tiga tahun ke depan mungkin belum semua bisa menjadi pemain utama, tapi mereka bisa menjadi pemain pendamping dan berkembang menjadi atlet voli NTT,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Melki juga mengajak para pelajar untuk mengambil nilai-nilai penting dari olahraga, terutama kerja sama tim, ketahanan menghadapi tekanan, serta sportivitas.

“Dalam bola voli kita belajar kerja sama. Tanpa kekompakan tidak ada kemenangan. Sama seperti NTT, Kupang, Kabupaten Kupang, TTS, Belu, Malaka dan TTU hanya bisa maju kalau kita kompak,” ujarnya.

Ia menambahkan olahraga juga mengajarkan sikap sportif dalam menerima kemenangan maupun kekalahan.

“Kalau lawan menang kita harus mengakui mereka hebat. Kalau kita menang jangan sombong. Kita harus terus belajar dan berlatih,” kata Melki.

Sementara itu, Kepala SMK Maritim Nusantara Kupang Jesica Sodakain mengatakan turnamen tersebut berlangsung hampir dua minggu dan menjadi turnamen pertama yang digelar oleh sekolah tersebut.

“Turnamen ini berlangsung hampir dua minggu dan merupakan SMK Maritim Cup pertama. Kami berharap kegiatan ini bisa terus dilaksanakan setiap tahun dengan skala yang lebih besar,” kata Jesica.

Ia menyebut pihak sekolah berencana kembali menyelenggarakan turnamen tersebut pada tahun mendatang dengan hadiah yang lebih besar, namun tetap menekankan nilai sportivitas sebagai tujuan utama kegiatan.

“Jangan dilihat dari nilai hadiahnya, tetapi dari semangat sportivitas dan kebersamaan yang lahir dari pertandingan ini,” ujarnya.

Jesica juga menyampaikan bahwa turnamen tersebut merupakan aspirasi para guru olahraga yang ingin melihat kembali berkembangnya kompetisi bola voli di tingkat pelajar.

“Ini kerinduan para guru olahraga agar bola voli di sekolah bisa hidup kembali dan turnamen seperti ini bisa digelar lebih banyak lagi,” katanya.

Turnamen bola voli antar-SMP se-daratan Timor tersebut diikuti berbagai sekolah dari sejumlah kabupaten di Pulau Timor. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi wadah pencarian bibit atlet muda di NTT. (*)

IKUTI BERITA TERBARU KORANNTT.COM di GOOGLE NEWS