“Kalau dua atau tiga tahun ke depan mungkin belum semua bisa menjadi pemain utama, tapi mereka bisa menjadi pemain pendamping dan berkembang menjadi atlet voli NTT,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Melki juga mengajak para pelajar untuk mengambil nilai-nilai penting dari olahraga, terutama kerja sama tim, ketahanan menghadapi tekanan, serta sportivitas.
“Dalam bola voli kita belajar kerja sama. Tanpa kekompakan tidak ada kemenangan. Sama seperti NTT, Kupang, Kabupaten Kupang, TTS, Belu, Malaka dan TTU hanya bisa maju kalau kita kompak,” ujarnya.
Ia menambahkan olahraga juga mengajarkan sikap sportif dalam menerima kemenangan maupun kekalahan.
“Kalau lawan menang kita harus mengakui mereka hebat. Kalau kita menang jangan sombong. Kita harus terus belajar dan berlatih,” kata Melki.
Sementara itu, Kepala SMK Maritim Nusantara Kupang Jesica Sodakain mengatakan turnamen tersebut berlangsung hampir dua minggu dan menjadi turnamen pertama yang digelar oleh sekolah tersebut.
“Turnamen ini berlangsung hampir dua minggu dan merupakan SMK Maritim Cup pertama. Kami berharap kegiatan ini bisa terus dilaksanakan setiap tahun dengan skala yang lebih besar,” kata Jesica.





Tinggalkan Balasan