“SMK Maritim ini strateginya bagus. Selain mengurus olahraga dengan baik, mereka juga membuat orang datang dan mengenal sekolah ini. Ini cara kampanye sekolah yang sangat baik,” ujarnya.

Melki mengatakan pemerintah provinsi akan mendorong model turnamen serupa digelar di wilayah lain di Nusa Tenggara Timur, termasuk di Pulau Flores dan Pulau Sumba, agar pembinaan atlet muda dapat berlangsung lebih merata.

Menurutnya, sekolah-sekolah di wilayah tersebut dapat mengambil peran sebagai penyelenggara kegiatan olahraga pelajar agar kompetisi semakin berkembang.

“Nanti kita dorong juga di Flores dan Sumba supaya ada sekolah yang memulai kegiatan seperti ini. Kalau di Timor sudah dimulai oleh SMK Maritim, di Flores bisa dua atau tiga sekolah yang memulai supaya tidak terlalu jauh jangkauannya,” jelasnya.

Selain itu, Melki mengungkapkan pemerintah provinsi juga tengah mempertimbangkan pembentukan turnamen olahraga pelajar berskala provinsi melalui ajang Piala Gubernur NTT.

Turnamen tersebut direncanakan mempertandingkan dua cabang olahraga utama, yakni bola voli dan sepak bola untuk tingkat SMA dan SMK.