Salah satu capaian penting adalah diterimanya kembali UTI/YUTIPRO untuk bernaung di bawah Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), sehingga soliditas organisasi semakin kuat. Selain itu, para taekwondoin yang sebelumnya bergabung di bawah UTI/YUTIPRO juga kembali bernaung di bawah PBTI, memperkuat persatuan dalam tubuh organisasi.

Tak hanya itu, Sisco Bessi juga dinilai sukses melaksanakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Penguji Daerah bagi para sabuk hitam TI NTT guna meningkatkan kualitas dan profesionalisme penguji. Standardisasi pelaksanaan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Group pun telah diterapkan sesuai standar PO UKT di seluruh kabupaten/kota se-NTT.

Di bidang pembinaan atlet, setiap dojang atau klub didorong untuk menyelenggarakan kejuaraan taekwondo tingkat daerah sebagai upaya pembinaan berjenjang. Selain itu, pelaksanaan UKT DAN bagi penyandang sabuk hitam dilakukan secara terstruktur dan sesuai regulasi nasional.

Pada level nasional, di bawah kepemimpinan Sisco Bessi, TI NTT juga berhasil mengirim Wasit Nasional (Wasnas) Kyorugi dan Poomsae serta penguji nasional untuk mengikuti penyegaran wasit dan penguji tingkat nasional. Hal ini dilakukan guna menjaga standar kualitas dan profesionalisme.