Jakarta, KN – Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) secara resmi membuka Program Magang Kuartal II Tahun 2026 bagi talenta muda dari berbagai daerah di Indonesia. Kesempatan ini ditujukan bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) serta mahasiswa aktif jenjang Diploma (D-3/D-4) dan Sarjana (S-1) yang ingin merasakan pengalaman kerja langsung di lingkungan birokrasi pemerintahan pusat.

Program magang ini menjadi salah satu agenda strategis pemerintah dalam menjembatani dunia pendidikan dengan praktik kerja nyata di sektor pemerintahan.

Melalui program tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengalaman administratif dan teknis, tetapi juga mendapatkan pemahaman komprehensif mengenai tata kelola negara, mekanisme koordinasi antarunit, serta dinamika kerja di kementerian yang berperan penting dalam mendukung Presiden dan Wakil Presiden dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Pendaftaran magang telah dibuka sejak 20 Februari 2026 dan akan berlangsung hingga 5 Maret 2026. Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring (online) melalui sistem terintegrasi yang telah disediakan. Mengingat tingginya minat terhadap program ini setiap periode, calon pelamar diimbau untuk segera melengkapi berkas administrasi guna menghindari kendala teknis akibat lonjakan akses menjelang penutupan pendaftaran.

Program Magang Strategis di Lingkungan Pemerintahan

Program Magang Kuartal II Tahun 2026 dirancang dengan pendekatan pembelajaran langsung (experiential learning). Peserta magang akan ditempatkan pada berbagai unit kerja di lingkungan Kemensetneg sesuai kebutuhan dan kompetensi masing-masing pelamar. Penempatan ini dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan latar belakang pendidikan, jurusan, serta kesesuaian bidang kerja.

Selama masa magang, peserta akan terlibat dalam aktivitas operasional harian, termasuk membantu penyusunan dokumen administratif, pengolahan data, dukungan teknis kegiatan kedinasan, hingga partisipasi dalam rapat internal sesuai kewenangan yang diberikan. Dengan demikian, peserta tidak hanya menjadi pengamat, tetapi turut berkontribusi aktif dalam mendukung pelaksanaan tugas unit kerja.