Ia menjelaskan, kelulusan penyegaran ini memperkuat legitimasi dan kualitas pengujian taekwondo di daerah. Dengan adanya penguji nasional di NTT, para atlet tidak perlu bergantung pada penguji dari luar daerah untuk melaksanakan ujian kenaikan tingkat.

Selain itu, Fransisco menekankan bahwa langkah ini juga menjadi bagian dari persiapan sumber daya manusia (SDM) menghadapi event Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang.

“Yang kedua, ini sekaligus kita mempersiapkan SDM ke depannya untuk menghadapi event PON, dalam hal ini penguatan penguji karena berpengaruh sekali kepada sabuk-sabuk atlet agar dapat bertanding dengan baik. Karena sebagus apa pun atlet, kalau sabuknya masih rendah atau tidak pernah mengikuti ujian, maka dia tidak bisa mengikuti pertandingan yang besar karena ada ketentuan terkait minimal sabuk,” jelasnya.

Dengan kelulusan penyegaran penguji nasional ini, diharapkan pembinaan taekwondo di NTT semakin optimal dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang siap bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. (*)