“Kita bergerak dengan dua pola pendanaan, yakni melalui APBD dan non-APBD. Semua cabang olahraga tetap kita dorong agar hidup dan berkembang,” tambahnya.
Ketua Umum KONI NTT juga menginstruksikan, agar penyelenggaraan event bagi cabang olahraga prioritas dilakukan secara rutin.
“Minimal satu kali dalam setahun, dengan level kejuaraan nasional (kejurnas) atau kejuaraan berskala daerah sebagai ajang pematangan atlet,” tegasnya.
Adapun target 37 medali emas tersebut diproyeksikan berasal dari 12 cabang olahraga unggulan, yakni atletik (3 emas), pencak silat (6 emas), shorinji kempo (4 emas), cricket (5 emas), tinju (4 emas), taekwondo (2 emas), gateball (2 emas), karate (2 emas), kick boxing (2 emas), modern pentathlon (3 emas), aerosport (3 emas), serta aquatik (1 emas).
Dengan strategi pembinaan berbasis kompetisi yang konsisten, KONI NTT optimistis target tersebut dapat tercapai sekaligus mengangkat prestasi olahraga Nusa Tenggara Timur di tingkat nasional.
“Kita optimis raih 37 emas dan masuk 10 besar peringkat PON 2028,” pungkas Melki Laka Lena. (*)



Tinggalkan Balasan