“Beliau lebih berada pada wilayah filosofis, bukan pragmatis. Bicara proyek itu wilayah pragmatis, dan itu bukan dunia beliau,” tegas Alex.

Ia menegaskan, keluarga besar Manggarai secara tegas mengutuk, siapa pun yang mengklaim, atau memanfaatkan nama Frans Sarong untuk kepentingan pribadi.

Mereka juga meminta pihak yang terlibat segera membuat pernyataan resmi, dan menyampaikan permohonan maaf kepada publik.

Ketua Panga sekaligus Wakil Ketua IKMR Kota Kupang, Matheus Dasar, juga menyatakan kekecewaan mendalam, atas tindakan oknum yang diduga mencatut nama Frans Sarong.

“Dalam dua bulan terakhir hampir tidak ada hari kami tidak bertemu. Banyak kegiatan IKMR berjalan sukses karena orientasinya ada pada Pak Frans Sarong,” ungkapnya.

Ia menyebut Frans Sarong sebagai primus inter pares, sosok teladan dalam bertutur kata, bersikap, dan membangun jejaring sosial.

“Saya sebagai pengurus IKMR sangat kecewa. Ini adalah penipuan yang mencatut nama beliau. Kami menuntut pemulihan nama baik dan siap menempuh jalur hukum,” tegas Matheus.