“PLN memandang kerja sama tiga provinsi ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. Melalui pemanfaatan EBT seperti panas bumi, tenaga surya, dan tenaga air, kami berkomitmen menghadirkan pasokan listrik yang andal, rendah emisi, dan mendukung pengembangan pariwisata hijau,” ujar Rizki.

Sejalan dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) “Hijau” 2025, komitmen tersebut diwujudkan melalui progres pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu, PLTP Atadei, dan PLTP Mataloko sebagai bagian dari penguatan bauran energi bersih di wilayah Bali-Nusa Tenggara.

Ke depan, PT PLN (Persero) UIP Nusra juga merencanakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Pulau Rote, Pulau Sumba, dan Pulau Alor, serta terus melakukan pemetaan potensi EBT lainnya sebagai langkah nyata mendukung swasembada energi dan pengembangan pariwisata hijau yang berkelanjutan di kawasan Bali-Nusa Tenggara. (Humas PLN)