Dengan suara bergetar dan menahan tangis, Anggi mengungkapkan bahwa selama tiga tahun terakhir dirinya berjuang sendiri membesarkan dan menafkahi dua orang anak tanpa adanya tanggung jawab dari ayah kandung mereka.
“Saya berjuang ini demi hak anak-anak. Sudah tiga tahun saya berjuang sendiri untuk menafkahi dan membesarkan anak-anak,” ujarnya di hadapan awak media.
Ia menegaskan tidak mempermasalahkan hinaan terhadap dirinya secara pribadi, namun tidak dapat menerima jika anak-anaknya turut menjadi sasaran penghinaan dan diabaikan hak-haknya.
“Saya boleh dihina, itu tidak jadi soal. Tapi anak-anak saya jangan dihina,” katanya sambil menahan air mata.
Anggi juga menegaskan akan berdiri di garis terdepan melindungi anak-anaknya, karena sejak lahir hingga besar, kedua anak tersebut dibesarkan tanpa campur tangan Mokris Lay.
“Kalau hina anak-anak saya, maka saya akan menjadi garda terdepan untuk melindungi mereka. Saya yang melahirkan dan membesarkan mereka, tidak ada campur tangan dari Mokris Lay,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Anggi secara terbuka meminta Kejari Kota Kupang untuk melakukan penahanan demi kepastian hukum.
“Saya minta yang bersangkutan ditahan hari ini. Ibu Kajari Kota Kupang bisa memberikan keadilan untuk saya punya dua orang anak ini,” pintanya.
Ia menambahkan, seluruh proses hukum diserahkan kepada kuasa hukum dan pihak Kejari Kota Kupang.
“Yang penting anak-anak bisa mendapatkan keadilan,” pungkasnya. (*/ab)







Tinggalkan Balasan