Penguatan sistem kepelabuhanan, lanjut Melki, juga diperlukan untuk meningkatkan daya saing produk lokal NTT, mulai dari hasil pertanian, perikanan, hingga produk UMKM agar mampu menembus pasar yang lebih luas.

Sementara itu, Ketua BPC INSA NTT Yusak Benu menyatakan komitmen INSA untuk membangun kerja sama yang lebih konstruktif dengan Pelindo dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP). Menurutnya, INSA ingin menjadi mitra strategis yang berorientasi pada solusi.

“Pelabuhan adalah rumah bersama. Kami ingin membangun komunikasi yang sehat dan kerja sama yang saling menguatkan,” katanya.

Dari sisi pengawasan, Koordinator Kejaksaan Tinggi NTT Putu Agus Eka Sabana mengingatkan bahwa sektor pelabuhan dan pelayaran rentan terhadap penyalahgunaan kewenangan, pungutan liar, dan tindak pidana korupsi.

Kejaksaan, kata dia, siap melakukan pendampingan hukum dan pencegahan guna memastikan tata kelola pelabuhan berjalan profesional dan berintegritas.

Direktur Polairud Polda NTT Kombes Pol Irwan Nasution menambahkan bahwa pelabuhan merupakan objek vital nasional yang harus dijaga keamanannya.